Berikut Kinerja Anies-Sandi Yang Harus Diawasi, Setelah Dilantik

799
Berikut Kinerja Anies-Sandi Yang Harus Diawasi, Setelah Dilantik

ZonaNKRI – Jika sudah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiga Uno harus terus diawasi dalam menjalankan tugasnya. Utamanya dalam menjalankan lelang rumah susun DKI.

“Sebab selama pemerintahan Ahok- Djarot ada keanehan dengan banyaknya lelang pembangunan rusun dimenangkan oleh PT Total Eka Persada selama ini,” kata Koordinator Relawan Anies-Sandi untuk Jakarta Muhkidin dalam keterangan pers, Selasa (19/9).

Terlebih, lanjut dia, PT Totalindo Eka Persada baru saja melakukan IPO di bursa saham. Mereka menggunakan kemenangannya dalam tender pembangunan Rusun Nagrak-Marunda, Tower 1 sampai 5.

Namun demikian, lanjut dia dalam prospektus IPOnya dan penjualan sahamnya yang berkode TOPS, harga saham PT Totalindo Eka Persada mengalami kenaikan yang tidak wajar. “OJK pun sedang mengawasi,” ujarnya.

Jika secara resmi Anies-Sandi sudah menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, dia harus melakukan tender ulang atas pembanguna Proyek Tower Rusun 1 sampai 5 yang sudah dimenangkan oleh PT Totalindo Eka Persada.

“Dalam prospectus TOPS juga dicatatkan tentang kemenangan tender PT Totalindo Eka Persada Untuk proyek tower 1-5 Rusun Nagrak Jakarta Utara yang sangat mungkin bisa dibatalkan oleh Gubernur Anies Baswedan Jika ditemukan ketidak beresan dalam proses tendernya,” ujarnya.

Perusahaan ini, klaim dia, pernah memenangi tender rusun KS Tubun pada 2016. Proyek itu seharusnya sudah selesai pada Desember 2016, tapi hingga kini belum beres pengerjaannya.

Dia pun meragukan mutu proyek yang dilakukan PT Totalindo. Apalagi, kedalaman fondasi rusun tak sesuai dengan permintaan pemerintah DKI, yakni 30 meter. Mereka hanya membuat fondasi sedalam 20 meter.

“Padahal hal ini penting agar masyarakat Jakarta yang nantinya akan menghuni Rusun menjadi aman dan tidak disuguhi bangunan yang tidak bermutu,” pungkas Muhkidin.

Dengan begitu, Anies -Sandi yang bulan Oktober akan dilantik, lanjut dia, harus memprioritaskan untuk melakukan audit tender rumah susun diera Ahok-Djarot. “Karena ditenggarai ada ketidak beresan seperti beberapa proyek Rusun yang dikerjakan oleh PT Totalindo Eka Persada Hasilnya terlambat pembangunannya dan bahan bangunanya tidak bermutu,” jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, Anies -Sandi yang punya rencana untuk membebaskan uang muka bagi calon pembeli Rusun harus memperhatikan kualitas dan keamanan bangunan. “Jangan sampai ada lagi kontraktor yang diam-diam menggunakan bahan bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi,” katanya.

Patut dicurigai, lanjut dia, pihak kontraktor semacam PT Totalindo Eka Persada yang sejak proses lelang, kredibilitas sudah diketahui tidak bagus ketika menjadi rekanan Pemprov. Namun mereka bisa menang lagi dalam tender Tower 1-5 Rusun Nagrak.

“Jika ada ketidak beresan dalam proses pembangunan Rusun yang dilakukan oleh PT Totalindo Eka Persada, Anies -Sandi Harus melaporkan ke KPK,” desaknya.

Menurutnya ivestor di pasar modal yang ikut membeli saham PT Totalindo Eka Persada dengan kode saham TOPS juga harus hati-hati.

Apalagi OJK sedang mengawasi ketidak wajaran harga saham TOPS yang pada bulan Juni melakukan IPO dengan harga Rp 310/lembar saham, dan meroket pada saat ini hingga kisaran Rp 2000 per lembar saham.

Selain mengikuti lelang di Nagrak, PT Totalindo memasukkan lelang untuk tower Rusun Penggilingan dan Pulogebang pada 2017.

BACA JUGA : PDIP Menilai Panglima TNI Gatot Berpolitik Soal Nobar Film G30S/PKI

Jangan Lupa Comment Dibawah ya…
Kami sangat menerima Kritik dan saran dari kalian… Terimakasih ^-^

Poker Online Dewa Poker Judi Online Kartu Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here