Lion Air Group Melaporkan 9 Pilot Ke Bareskrim Polri

118
Lion Air Group Melaporkan 9 Pilot Ke Bareskrim Polri
Lion Air Group Melaporkan 9 Pilot Ke Bareskrim Polri

ZonaNKRI – 9 mantan pilot Lion Air Group menjadi tersangka di Bareskrim Polri. Kesembilan penerbangan ini di duga melakukan modus kejahatan pemalsuan dokumen, Motifnya agar dapat bekerja di maskapai lain.

Ada juga yang melamar di Citilink sebanyak 8 orang dan ada juga di Nam Air 1 orang, Ujar Kasubdit 1 Dirtipidum Bareskrim Polri Kombes Daddy Hartadi.

Tetapi Daddy tidak menjelaskan apakah maskapai Citilink dan Nam Air sudah menerima lamaran mereka atau tidak.

Adapun dokumen yang di palsukan meliputi kop surat,tanda tangan dan stempel perusahaan. Sehingga hasil akhirnya berwujud dokumen personalia yaitu surat surat keterangan telah selesai bekerja di Lion Air Group dan sebagai referensi perusahaan berikutnya untuk menerima pilot tersebut.

Semua tersangka sudah dilakukan penahanan. Kasusnya pemalsuan Dokumen, (diatur dalam) Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP,” jelas Daddy. Daddy juga menjelaskan saat ini posisi 9 berkas perkara, sebagian ada yang sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung. Sementara sebagian lagi dalam proses dilengkapi oleh penyidik.

Sebagian sudah di kejaksaan, sebagian masih dilengkapi,” kata Daddy.

Daddy mengatakan kesembilan pilot ini sebelumnya bekerja di Wings Air, salah satu maskapai Lion Group. Mereka lantas mau berhenti bekerja di Wings Air, namun belum selesai dengan urusan administrasi.

Intinya, dia mau keluar dari Wings. Itu pilot Wings semua, bukan Lion. Mereka itu mengajukan permohonan resign, tapi ada beberapa persyaratan harus dipenuhi, misalnya kontrak kerja. Berarti harus ada ganti rugi, terus ada administrasi yang harus diselesaikan. Mungkin mereka cari cepat sehingga memalsukan,” terang Daddy.

Kesembilan orang itu, dalam rilis pihak Lion Air Group bernama:

1.Baskara Pratama (30)
2.Gaia Airlangga (30)
3.Andhika Pratama Putra (24)
4.Eggiansyah El Islamy (26)
5.Imam Thoifur (47)
6.A. Noval Riza M.A.H (32)
7. Ahmad Fahmi Dien Ahmadi (31)
8. Firman Setia Fauzi(31)
9. Oreza Mulya Santana (35)

Serta satu orang yang turut dilaporkan, adalah Tabroni, bekas karyawan Wings Air.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menyebut eks pilot mereka ini tidak menyelesaikan kewajiban-kewajiban kepada Lion Air Group. Padahal sudah ada aturan tertulis dalam perjanjian kerja.

Hal yang paling ditekankan, adalah kewajiban dari biaya training. Lion Air Group menegaskan, bahwa setiap awak pesawat apabila mengundurkan diri sebelum ikatan dinas selesai, wajib menyelesaikan ketentuan/kewajiban yang telah disepakati, salah satunya biaya pelatihan (training). Jika kewajiban itu tidak diselesaikan, maka dapat merugikan perusahaan.

BACA JUGA : Partai Demokrat Minta SBY Jauhi Jokowi, Nasdem Jangan Terlalu Baper

 Poker Online Judi Online Kartu Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here