Waketum Gerindra Minta Maaf Pada SBY, Soal Kritik AHY

107
Waketum Gerindra Minta Maaf Pada SBY, Soal Kritik AHY
Waketum Gerindra Minta Maaf Pada SBY, Soal Kritik AHY

ZonaNKRI – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta maaf pada Susilo Bambang Yudhoyono lantaran mengkritik putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPP Bidang Advokasi dan Hukum partai Gerindra Habiburokhman. Saya dengar sih sudah (minta maaf). Walaupun dia punya jalur khusus sendiri ke Pak SBY, jadi ya kita kan namanya partai politik ada kesalahan-kesalahan juga, minta maaflah, kata Habiburokhman.

Arief, lanjut dia, sudah mengklarifikasi pernyataannya kepada keluarga AHY dan beberapa petinggi Partai Demokrat.

Tapi kan memang Pak Prabowo juga sudah menyampaikan teguran ya, Beliau patuh gitu saja,” tandas Habiburokhman.

Masalah ini bermuka ketika Arief berpendapat peluang AHY mendampingi Prabowo kecil karena belum memiliki pengalaman di pemerintahan. Oleh karenanya, Demokrat terlalu memaksakan apabila menyandingkan AHY ke Prabowo.

Dia belum pernah punya pengalaman dalam mengurus negeri ini. Belum punya jabatan dalam pemerintahan. Baru tentara biasa, jadi kepala kodim saja belum pernah, ucap Arief.

Jangan main-main ini mimpin negara, masa sama anak begitu. Misalnya Prabowo terpilih, AHY jadi cawapres-lah gimana. Masa anak boncel gitu ngurus negeri. Jadi, ancur negeri ini, ujarnya.

Arief berpandangan jika AHY ingin menjadi pemimpin, maka harus ditempa dan dikuatkan melalui kritik dan hinaan. Meski dia mengakui AHY memiliki potensi besar dan memenuhi kriteria menjadi pemimpin Indonesia.

Sekolahnya tinggi, lulusan AKABRI. Tapi kan politik enggak bisa gitu. AHY ini harus ditempa, dikritik harus kuat. Jangan ujuk-ujuk lapor baru dihina gitu. Untung yang menghina saya, kalau yang menghina rakyat kecil gimana? Kan, kita mau mencari pemimpin besar,” kata Arief.

Dia mengaku tak mau memberikan penilaian soal kecocokan Prabowo dengan AHY. Cocok tidaknya opsi Prabowo-AHY tergantung penilaian partai-partai koalisi.

Maka itu ini waktu masih lama lah sebelum Jokowi diganti. Nah, saya mau AHY ini jadi orang yang kuat, jadi pemimpin yang besar. Menjadi benar-benar pemimpin, bukan pemimpin kutu buku. Menjadi the real pemimpin yang lahir dari masyarakat,ucap Arief.

Sebenarnya, lanjut dia, AHY pantas dipasangkan dengan mantan Danjen Kopassus. Tapi, AHY harus diuji terlebih dahulu sebelum memimpin Indonesia. Contohnya saja Jokowi ketika dikritik keras sebelum menjadi presiden.

Makanya harus disapkan jadi pemimpin yang kuat dan mumpuni. Biarkan masyarakat yang menilai siapa AHY. Enggak bisa jadi pemimpin besar kalau kayak gini,ucapnya.

Contohnya dulu Jokowi dihina, kan, sama JK. Nah, jadi presiden. Ini AHY saya hina nanti jadi presiden kayak dulu Jokowi jadi presiden saya hina ujar arief.

BACA JUGA : Ombudsman Kecewa Pada Polda Metro Soal Tembak Mati 11 Penjahat

Poker Online Judi Online Kartu Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here