Lolos dari Maut Gempa di Palu Pria Asal Singapura Tewas Saat Olahraga

86
Lolos dari Maut Gempa di Palu Pria Asal Singapura Tewas Saat Olahraga
Lolos dari Maut Gempa di Palu Pria Asal Singapura Tewas Saat Olahraga

ZonaNKRI – Kita tak pernah tahu kapan ajal akan menjemput, hanya Sang Pencipta yang tahu akan rahasia itu. Meski berhasil selamat dari suatu musibah, kematian tetap akan terjadi, seperti yang dialami pria Singapura bernama Ng Kok Choong.

Warga Singapura itu berhasil mempecundangi maut saat gempa dahsyat mengguncang Palu, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018. Ia selamat, bahkan menyelamatkan seorang bocah kecil dari reruntuhan bangunan.

Keberuntungan Ng rupanya tak berlangsung lama. Beberapa pekan kemudian, pria berusia 53 tahun itu justru tewas saat berolahraga. Ng mengalami kecelakaan tunggal saat paralayang di India utara, kurang dari sebulan setelah ia selamat dari gempa serta tsunami di Indonesia –di mana ia menyelamatkan seorang gadis kecil.

Ng Kok Choong ditemukan tewas pada Selasa 23 Oktober 2018, sehari setelah dinyatakan hilang. Demikian menurut obituari di situs web Air Sports Federation of Singapore (AFS).

Peristiwa tragis itu bermula saat Ng mengudara dengan paraglider pada Senin 22 Oktober sekitar pukul 11.00 di Bir-Billing, Himachal Pradesh.

Cuaca berubah menjadi yang terburuk. Ng tak kembali ke hotelnya dan ditemukan keesokan harinya oleh otoritas India menggunakan helikopter,jelas pihak AFS.

Tubuhnya terlihat tergeletak di perbukitan Kota Baijnath. Ketika tim penyelamat menjangkaunya, dia sudah meninggal dunia. Penyebab kematian hanya bisa terungkap setelah pemeriksaan postmortem, kata hakim sub-divisi dari Baijnath.

Menurut The Tribune, Ng berada di India untuk berpartisipasi dalam Paragliding World Cup yang dimulai pada 27 Oktober.

Kami sangat sedih mendengar meninggalnya teman kami yang tercinta, Ng Kok Choong, jiwa yang indah yang terbang bersama kami selama bertahun-tahun, kata AFS.

Dia tidak mementingkan diri sendiri, berani dan selalu bergerak untuk tantangan berikutnya

Berasal dari latar belakang komando selama bertahun-tahun membuatnya sangat dihargai dan dikagumi oleh teman-temannya.”

Kami berdoa untuk jiwamu, sahabat kita. Kami akan merindukanmu. Beristirahatlah dengan tenang.

Ng, seorang pensiunan berusia 53 tahun, berada di Palu bulan lalu untuk mengikuti kompetisi paralayang, saat ia tiba-tiba terjebak di tengah gempa berkekuatan 7,5 SR yang juga memicu tsunami.

Pria Singapura itu, bersama dengan seorang teman, berhasil mengeluarkan seorang gadis kecil yang terjebak di bawah puing-puing sebuah hotel. Namun kini, Ng telah tiada.

BACA JUGA : Bagaimana Fakta di Lapangan Jika Sandi Mau Permudah Izin Nelayan Melaut?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here