Adul Memotivasi Ke Teman dan Guru yang Merangkak 3 Km ke Sekolah

75
Adul Memotivasi Ke Teman dan Guru yang Merangkak 3 Km ke Sekolah
Adul Memotivasi Ke Teman dan Guru yang Merangkak 3 Km ke Sekolah

ZonaNKRI – Tidak ada perlakuan beda di SDN 10 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tempat Muklis Abdul Kholik alias Adul mengenyam pendidikan. Seluruh teman hingga tenaga pengajar tak menutup mata memperlakukan bocah difabel tersebut.

Keterbatasan fisik pada kedua kaki tidak menghalangi Adul untuk tetap semangat belajar. Anak inspiratif ini merangkak dari rumah ke sekolah sejauh tiga kilometer. Pihak sekolah menyebut Adul berprestasi dan ranking 10 besar di kelasnya.

Dia ini bukan tipe anak yang pemurung. Setiap hari dia aktif bergerak meskipun dalam kondisi fisik terbatas. Bukan dia yang kita motivasi, justru teman-teman serta mungkin guru di tempat ini yang termotivasi oleh semangatnya untuk sekolah dan belajar, ujar Kepala Sekolah.

Semua mata pelajaran diikuti Adul tanpa kesulitan. Dia tidak segan bertanya saat mendapatkan soal-soal yang dianggap sulit. Mata pelajaran olah raga juga diikuti dengan baik, yang membedakan ialah ketika upacara di sekolah.

Kalau upacara, dia pakai kursi. Padahal sudah kami minta dia enggak ikut, tapi dia selalu maksa ingin ikut upacara. Akhirnya kita siapkan kursi dan dia mengikuti upacara sampai selesai.

Bukan rasa kasihan, kami di tempat ini menyayangi Adul karena semangatnya yang tinggi. Dia justru memotivasi teman-temannya.

Ardi, guru olahraga SDN 10 Cibadak, membenarkan aktifnya Adul saat mengikuti mata pelajarannya. Mulai dari lari, lempar bola hingga melompat.

Anak itu spesial. Larinya kencang dibantu kekuatan tangannya yang juga bagus. Bahkan dia bisa berakrobat menjulurkan kaki dan badannya ke atas di topang menggunakan tangan. Selain itu, dia juga suka melompat-lompat naik turun tangga, kursi dan tembok.

Selama ini Adul diketahui hobi panjat dinding. Meski tidak memiliki peralatan panjat dinding, pihak sekolah mengetahui kegiatan Adul itu dari orang tuanya.

Dia suka naik panjat dinding, di lingkungan lembaga pendidikan Al Bayan yang setiap hari dia lewati saat perjalanan ke sekolah. Pihak sekolah sendiri tidak punya fasilitas itu, tapi hal ini meyakinkan kami kalau kondisi fisik anak itu memang bagus.

BACA JUGA : Pertunjukan Drama Surabaya Membara Berubah Menjadi Duka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here