Dominasi Politikus Kaya Sebabkan Pelemahan KPK, Benarkah?

58
Dominasi Politikus Kaya Sebabkan Pelemahan KPK, Benarkah?
Dominasi Politikus Kaya Sebabkan Pelemahan KPK, Benarkah?

ZonaNKRI – Peneliti dari Universitas Leidan menalar pelemahan KPK. Bila ditarik sampai ke ujung, pelemahan KPK disebabkan oleh dominasi golongan kaya di politik Indonesia. Apakah benar begitu?

Peneliti dari Universitas Leiden dan Associate Researcher dari LP3ES, Ward Berenschot, melihat politik Indonesia didominasi golongan kaya. Secara teori, golongan yang berkuasa cenderung mengakomodasi kepentingan golongannya, termasuk bila terjadi konflik antara satu kelompok dengan kelompok lain, maka politikus dari golongan kaya akan membela yang paling sesuai dengan kepentingannya. Contoh kasusnya adalah pelemahan KPK.

“Salah satu contoh yang sangat relevan sekarang, adalah perjuangan terkait KPK. Dalam pendapat saya untuk elite itu penting kalau KPK lemah, kerena itu mengurangi risiko untuk mereka,” kata Berenschot.

Politik berbiaya mahal menghalangi kaum miskin untuk tampil di panggung demokrasi. Politik berbiaya mahal tak kunjung diperbaiki. Berenschot menyebut, seorang bupati rata-rata keluar Rp 28 miliar untuk kampanye. Di sisi lain, perbaikan untuk mengurangi mahalnya politik belum juga sesuai harapan.

“Sampai sekarang reformasi sistem elektoral (yang sering terjadi di Indonesia), tidak berfokus terhadap mengurangi biaya kampanye. Harusnya: kalau peraturan baru berhasil mengurangi ongkos politik, itu naikkan kemungkinan orang muda dan orang miskin akan maju dalam politik,” kata Berenschot.

Peneliti politik dari CSIS, Arya Fernandes, berpandangan politik berbiaya mahal menjadi pintu masuk bagi sejumlah elite untuk mencari sumber-sumber dana kampanye. Bila elite itu benar-benar terpilih menjadi anggota dewan, kepala daerah, atau pemimpin politik, maka dia berisiko melakukan korupsi demi bisa balik modal. Korupsi dalam bentuk lain bisa pula sebagai upaya balas budi untuk orang-orang yang mendukungnya saat kampanye.

“Apakah korupsi terjadi karena politik berbiaya mahal ini? Itu menjadi salah satu sebabnya, tetapi politik berbiaya mahal tidak menjadi penjelas utama,” kata Arya. Dia berkaca pada kasus pejabat kaya yang ternyata masih saja korupsi dan kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Menurutnya, sistem pemilu perlu dibenahi supaya tidak memunculkan biaya tinggi yang rentan mengakibatkan korupsi. Dia punya ide, negara memperbesar dana partai dengan konsekuensi parpol yang korupsi harus dihukum tegas.

Lalu benarkah golongan kaya di politik mahal Indonesia itu yang sebabkan pelemahan KPK? Arya mencoba berlogika.

“Ada partai yang mendapatkan kerugian elektoral dari KPK . Ada beberapa kelompok atau individu yang merasa prospek elektoralnya terancam karena kinerja KPK. Di sisi lain, partai tidak punya sumber pendanaan reguler. Pendanaan dari negara juga terbatas, sehingga partai juga bergantung pada konglomerat-konglomerat politik,” kata dia.

BACA JUGA :   Kasus Pornografi Model Inggris, Polisi Tunggu Barang Bukti dari Imigrasi

POKER ONLINE | JUDI ONLINE | KARTU ONLINE
|
 MUTIARAPOKER | POKERMAWAR | POKERINTAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here